0

Dua Srikandi Indonesia Mulai Perjalanan Menuju Puncak Everest

  • 14 Mei 2018 08:33

(Mounture.com) — Seteleh menunggu cuaca pendakian terbaik sembari beristirahat dari rangkaian proses aklimatisasi panjang atau aktivitas adaptasi tubuh pada ketinggian tertentu di Desa Zhaxizongxiang yang ada pada ketinggian 4.150 meter di atas permukaan laut (mdpl), Tibet, akhirnya dua pendaki Tim Wissemu, Fransiska Dimitri Inkiriwang (Deedee) dan Mathilda Dwi Lestari (Hilda), siap untuk berangkat menuju puncak Gunung Everest.

“Setengah perjalanan menuju summit sudah sempat kami lewati saat aklimatisasi kemarin, setengah lagi masih misteri, semua sekarang bergantung pada Tuhan. Kami akan berusaha sekuat tenaga, mohon doa, semoga Tuhan bersama kita, Indonesia,” kata Deedee dalam keterangan resminya, baru-baru ini.

Kedua wanita yang tergabung dalam tim The Women of Indonesia’s Seven Summits Expedition Mahitala-Unpar (Wissemu) ini melakukan perjalanan menuju Puncak Everest pada Kamis (10/5) dari Desa Zhaxizongxiang (4.150 mdpl).

Adapun jalur yang dilalui akan sama dengan jalur proses aklimatisasi yaitu, Intermediate Camp (IR) di ketinggian 5800 mdpl, Advanced Base Camp (ABC) di 6400 mdpl, North Col (7020 mdpl), Camp 1 (7.050 mdpl).

Setelah itu rute-rute baru menanti yaitu melalui Camp 2 (7800 mdpl), Camp 3 (8300 mdpl) dan yang terakhir Puncak Everest (8848 mdpl). Diperkirakan perjalanan menuju puncak akan memakan waktu sekitar tujuh hari.

Sementara untuk estimasi waktu untuk kedua pendaki dikatakan akan berada di puncak Everest paling cepat pada Kamis (17/5). Kendati demikian sangat mungkin untuk berubah (estimasi waktu) bergantung cuaca saat dalam pendakian tersebut.

Sebelumnya, selama tiga hari empat malam di Desa Zhaxizongxiang (4.150 mdpl), Deedee dan Hilda bertemu dengan Tim Support Wissemu yang berangkat dari Bandung pada 28 Maret 2018 yang beranggotakan empat anggota Mahitala.

Tim support datang tidak hanya untuk memberikan suplai logistik dan makanan tapi yang lebih penting untuk memberi dukungan moral dan mental untuk kedua pendaki sebelum Summit Push. Dukungan langsung dari teman-teman terdekat sangatlah penting untuk meningkatkan kepercayaan diri kedua pendaki. Selain memberikan dukungan, Tim Support Wissemu akan menetap di Nepal untuk memonitor pergerakan dan mempemudah pelaporan ke Bandung. (MC/DC)

Foto: Dok. Wissemu