0

TN Babul Gelar Kampanye Stop Memberi Makan Satwa Liar

(Mounture.com) — Balai Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung (TN Babul) menggelar kampanye penyadartahuan dan perlindungan satwa terancam punah prioritas. Kampanye ini digelar di Hutan Karaenta pada Senin (14/5).

Dalam acara yang diikuti oleh personil taman nasional ini juga melibatkan instansi terkait seperti aparat Polsek Bantimurung, Polsek Camba, Koramil Bantimurung, Koramil Camba, Kostrad 433 Julu Siri, Kepla Desa Samangki, Kepala Desa Labuaja, Camat Simbang, Camat Cenrana, Puskesmas Cenrana dan tokoh masyarakat Desa Labuaja.

Kepala Balai TN Bantimurung Bulusaraung, Yusak Mangetan, mengatakan bahwa pihaknya mengharapkan partisipasi instansi terkait untuk membantu mensosialisasikan kepada masyarakat dan pengendara.

“Saya berharap teman-teman dari berbagai unsur dapat membantu kami agar masyarakat, terutama pengendara untuk tidak memberi makanan kepada monyet hitam sulawesi (Macaca maura). Macaca maura merupakan salah satu satwa prioritas nasional yang terancam punah,” ujarnya di Maros, baru-baru ini.

Menurut dia, berdasarkan surat keputusan Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistemnya (Nomor 180/IV-KKH/2015) bahwa terdapat 25 satwa terancam punah prioritas nasional yang akan ditingkatkan populasinya sebesar 10% pada tahun 2015–2019. Dua di antaranya terdapat di Taman Nasional Bantimurung Bulusaraung yakni Macaca maura dan Tarsius fuscus.

Dia menambahkan, saat ini perilaku monyet endemik Sulawesi ini sedikit memprihatinkan. Berdasarkan pantauan taman nasional, terdapat 3 kelompok monyet yang sering turun ke jalan poros yang membelah habitatnya di hutan Karaenta. Setiap kelompok terdiri dari 20 hingga 30 ekor.

“Monyet ini tak kekurangan makanan di hutan, malahan melimpah. Bisa jadi faktor kebiasaan pengendara memberi makan adalah salah satu penyebabnya,” kata Nurdin Rumpa, Kepala Resor Pattunuang.

Hutan Karaenta adalah habitat Macaca maura. Hanya saja terdapat jalan poros sepanjang 10 kilometer membelah kawasan taman nasional ini. Jalan poros ini menghubungkan Makassar menuju Bone. Tak hanya itu jalan ini juga dilintasi kendaraan dari Makassar menuju Kendari, Sulawesi Tenggara. Tak pelak jalan ini ramai pengendara. (MC/DC)

Foto: dok. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan