0

KLHK Gelar Pembersihan Pesisir Pantai Bali

  • 26 Mei 2018 08:20


(Mounture.com)
— Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melakukan kegiatan Coastal Clean Up (CCU) atau Pembersihan Pesisir secara serentak di Bali, (11/5). CCU kali ini diselenggarakan di tujuh lokasi Kabupaten/Kota di Provinsi Bali dengan kegiatan utama di Pantai Tanjung Benoa, Kabupaten Badung.

Adapun lokasi lain kegiatan CCU diselenggarakan di Pantai Tanjung Benoa – Kab. Badung, Pantai Masceti – Kab. Gianyar, Pantai Nyanyi – Kab. Tabanan, Pantai Penuktukan – Kab. Buleleng, Teluk Gilimanuk – Kab. Jembrana, Pantai Segara Kusamba – Kab. Klungkung dan Pantai Matahari Terbit, Pantai Biawung, Pantai Mertasari – Kota Denpasar.

Direktur Jenderal Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan (PPKL), M.R. Karliansyah, menyatakan bahwa kegiatan CCU di Provinsi Bali menjadi sangat penting karena Bali adalah salah satu objek wisata strategis nasional yang ditopang dengan wisata bahari, dimana kualitas lingkungan pesisir dan laut menjadi prasyarat utama untuk keberlanjutannya.

“Untuk itu, sebagai aksi nyata kepedulian kita untuk mengendalikan pencemaran pesisir dan laut dari sampah laut dan sumber pencemaran lainnya, pada hari ini kita melakukan kegiatan CCU secara serentak di tujuh lokasi Kabupaten/Kota di Provinsi Bali,” ujarnya.

Kegiatan CCU Tahun 2018 di Bali dilaksanakan melalui bersih-bersih di tiga area yaitu pesisir pantai, perairan laut, dan dasar laut (underwater). Kegiatan dilanjutkan penimbangan sampah laut (marine litter) untuk mengetahui berapa banyak jumlah sampah laut di tiga area tersebut yang ada di masing-masing lokasi.

Kegiatan ini melibatkan sebanyak 3.000 orang yaitu 1.500 orang di Pantai Tanjung Benoa dan masing-masing 250 orang di lokasi lainnya yang terdiri dari masyarakat sekitar, pelajar dan mahasiswa, komunitas masyarakat/LSM, nelayan, dunia usaha, Tentara Nasional Indonesia (TNI), serta perwakilan instansi Pemerintah Daerah, dan unit pelaksana teknis Pemerintah Pusat di Provinsi Bali.

“Kegiatan CCU ini menjadi kegiatan yang efektif untuk meningkatkan kesadaran masyakarat terhadap pencemaran pesisir dan laut melalui pengalaman langsung survei dan mengambil sampah dan sumber pencemaran lainnya di pesisir dan pantai secara langsung,” kata Karliansyah. (MC/DC)

Foto: dok. KLHK