0

Balai Taman Nasional Gunung Ciremai Ramaikan Indofest 2018

Kecapi Ciremai di Indofest 2018 (dok. http://tngciremai.com/)

(Mounture.com) — Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) ikut berpartisipasi dalam ajang Indofest 2018 yang berlangsung di JCC, Senayan, Jakarta pada 3 – 6 Mei 2018.

Sesuai dengan tema Indofest 2018, BTNGC berencana akan menyuguhkan potensi dan pengelolaan wisata minat khusus pendakian Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dalam bentuk stand, live music Kacapi Gunung Ciremai dan talkshow dengan narasumber langsung dari masyarakat.

Dalam ajang ini, BTNGC dalam keterangan resminya menyebutkan, agar menghadirkan live music Kacapi Gunung Ciremai pada Kamis, 3 Mei 2018 mulai pukul 10.00 WIB serta talkshow “Pendakian Zaman Now” pada Minggu, 6 Mei 2018 mulai pukul 12.00 WIB di Panggung Utama Exhibition Hall B JCC Senayan, Jakarta.

Sekedar informasi, Gunung ciremai merupakan gunung tertinggi di Jawa Barat dengan puncak 3.078 mdpl yang memiliki 4 jalur pendakian yaitu Jalur Linggasana (Desa Linggsana Kecamatan Cilimus), Jalur Linggarjati (Desa Linggajati Kecamatan Cilimus) dan Jalur Palutungan (Desa Cisantana Kecamatan Cigugur) di Kabupaten Kuningan dan Jalur Apuy (Desa Argamukti Kecamatan Argapura) di Kabupaten Majalengka.

Rute pendakian gunung ciremai memiliki panjang antara 7-9,8 kilometer dengan waktu tempuh pulang-pergi (PP) 2 hari 1 malam (2D1N). Beragam kontur dapat ditemui pada ke empat rute tersebut mulai dari landai hingga terjal. Pendaki dapat menyaksikan keanekaragaman hayati di sepanjang rute pendakian seperti aneka burung dan flora endemik serta sumber mata air.

Ke empat jalur pendakian tersebut dikelola oleh Mitra Pendakian Gunung Ciremai (MPGC) yang merupakan kelompok masyarakat sekitar kawasan TNGC. Hal tersebut merupakan bentuk pemberdayaan masyarakat terhadap keberadaan kawasan TNGC. MPGC telah berkomitmen untuk mengelola pendakian gunung ciremai dengan optimal dengan berbagai servis kepada pendaki.

Adapun tiket masuk pendakian telah termasuk dengan pelayanan jasa konsumsi sebanyak 1 kali dan keperluan SAR. Selain itu, MPGC juga rutin melakukan operasi bersih jalur pendakian sebagai feedback dari penerimaan tiket disamping himbauan rutin kepada pendaki untuk mematuhi tata tertib pendakian agar dapat mencapai zero waste.

Jalinan kemitraan antara BTNGC dan MPGC yang sedang berjalan selama ini telah melahirkan manajemen pendakian yang zero cost. (MC/AL)