Asyik! Gunung Rinjani akan Punya Jalur Pendakian Baru

Para pendaki sedang memancing ikan di Danau Segara Anak, Gunung Rinjani (Foto: Mounture.com/Luchito Sangsoko)

Mounture.com — Pemerintah Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) mendorong pemerintah pusat untuk segera membuka jalur pendakian baru Gunung Rinjani melalui Desa Pakuan.

Langkah itu disebut untuk memberikan dampak ekonomi bagi warga di wilayah tersebut. Hal itu diungkapkan Bupati Lombok Barat, Fauzan Khalid, di Mataram, NTB, belum lama ini.

Menurut dia, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), terkait pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani melalui Desa Pakuan.

“Kami sedang melobi Kemenparekraf, dan otoritas Gunung Rinjani, di KLHK. Tentunya setelah ini baru secara resmi kita bisa membuka jalur pendakian Rinjani via Pakuan,” ujarnya.

BACA JUGA:

Sukses Digelar, Rinjani 100 Ultra Diikuti 596 Peserta

Pameran Deep & Extreme Indonesia Resmi Digelar

Ia mengaku pembukaan jalur pendakian Gunung Rinjani via Pakuan sudah direncanakan sejak tahun 2019 lalu. Namun, lanjut dia, rencana tersebut terkendala karena pandemi covid-19.

“Berkat berbagai usaha semua pihak, usaha untuk membuka jalur pendakian Gunung Rinjani lewat Pakuan bisa dimunculkan lagi, dan kita berharap segera terealisasi,” pungkasnya.

Lebih jauh ia mengatakan bahwa pemerintah kabupaten sudah melakukan penjelajahan di jalur Pakuan, di mana jalur tersebut sangat menarik karena dekat dengan pusat kota kecamatan di Kabupaten Lombok Barat.

Bahkan, kata Fauzan, dekat dengan Kota Mataram Ibu Kota Provinsi NTB. Selain itu, jarak tempuh jalur pendakian Rinjani via Pakuan tidak terlalu jauh dibanding dengan jalur tradisional selama ini, yakni melalui Senaru di Kabupaten Lombok Utara, Aik Berik di Kabupaten Lombok Tengah, maupun Timbanuh dan Sembalun di Kabupaten Lombok Timur.

“Dari sisi historis, jalur kita ini juga dikenal sebagai jalur Anak Agung dulu. Kalau mau ke Rinjani ada jalur semacam jalur keramatlah untuk Umat Hindu. Kemudian belum lagi menyangkut keindahan alamnya,” tutupnya. (MC/RIL)